Pagi ini aku belajar tentang ilmu baru,dari seorang sahabat yang aku tak menyangka ternyata ia seorang yang bijaksana,dewasa,dan hangat meskipun dari luar terlihat dingin. Kata-katanya mampu membuat air mataku yang tadinya mengalir bak keran bocor menjadi berangsur-angsur berhenti merenungi kata-katanya.
Hari ini aku menangis karena suatu hal yang menyakitkan,ketika aku ceritakan dia mengatakan bahwa aku ini wanita yang kuat. Lalu ku tanyakan,"memangnya kalau orang yang kuat itu ga boleh menangis ya?", dia pun menjawab "umar bin khattab aja orang yang kuat bisa nangis.. masa kamu ga boleh.."
Mendengar kata-katanya aku tertegun sekaligus mengiyakan perkataannya. Memang benar,apa yang dikatakannya. Selama ini aku berfikir,jika aku menangis berarti aku lemah dan kalah,jadi aku selalu melarang diriku untuk menangis terlebih didepan keluarga,aku paling anti menangis.
Kemudian dia bertanya lagi,"kenapa menangis?",aku pun menjawab "karena sakit hati". Dia kemudian mengatakan "itu kan ga penting karena kamu anggap penting jadi nangis deh.. sesuatu yg ga penting itu bisa menjadi penting..",aku tertegun untuk kedua kalinya,hm.. luar biasa,air mataku sejenak terhenti mendengar kata bijak barusan. Dia berhasil menghipnotisku sehingga membuat aku lupa bahwa pada saat itu aku sedang menangis ditempat favoritku,yaitu dibangku dekat jendela didalam bus.
Semakin lama,aku pun berhenti menangis memikirkan perkataannya. Aku pun tersenyum,mengakui kebenaran kata-katanya dan bersyukur karena hari ini Allah masih menyayangiku. Dari sini aku belajar,bahwa semua tergantung bagaimana diri kita mengatur pikiran alam bawah sadar kita bahkan dikeadaan terburuk sekalipun. Karena ketika kita terjatuh hanya diri kita sendirilah yang mampu membuat kita bangkit dan segera keluar dari keputusasaan sedangkan orang lain hanya sebagai pelengkap dari semangat yang telah kita kumpulkan.
Sebuah pikiran positif akan sangat besar pengaruhnya pada diri kita. Ketika kita melihat suatu masalah dari sudut pandang positif maka akan menimbulkan dampak yang positif pula terhadap diri kita,terlebih lagi jika kita praktekkan hingga akhir hayat maka dampaknya akan sangat besar bagi kehidupan kita. Dengan kita berfikir positif,berarti kita telah melakukan sebuah inovasi untuk diri kita juga orang lain.
Begitupun sebaliknya, sebuah pikiran negatif akan besar pula pengaruhnya pada diri kita. Ketika kita melihat masalah dari sudut pandang negatif maka akan menimbulkan dampak yang negatif pula pada diri kita. Apalagi jika hal tersebut kita jadikan pandangan hidup hingga akhir hayat. Akan menyebabkan hancurnya masa depan seseorang. Hal-hal seperti inilah yang harus kita hindari agar jangan sampai terjadi pada diri kita. Karena kita hidup bukan untuk hari ini saja,melainkan untuk hari esok,lusa dan seterusnya. Dan karena Allah tidak menciptakan manusia kecuali untuk beribadah padaNya. Agar jangan sampai kita menyesal dikehidupan dunia terutama akhirat. Karena sesungguhnya kehidupan akhirat itu adalah kehidupan yang kekal.
Dan dibalik semua itu, Allah telah menciptakan akal untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Ketika kita memilih pikiran negatif kita bisa saja celaka karena kita selalu menanamkan pikiran negatif dan pada saat yang bersamaan kita juga bisa mendapat kebaikan karena pada saat itu kita telah merubah pikiran kita dengan pikiran positif. Jadi semua tergantung bagaimana kita mengatur dan mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. wallahu'alam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar